Madiun – Margowitan Model Forest (MMF) menggelar Pelatihan Kewirausahaan bagi pelaku usaha mikro masyarakat desa hutan pada Kamis, 18 Desember 2025, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Balai Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.
Kegiatan ini diikuti oleh 40 pelaku UMKM yang berasal dari Desa Klangon dan Desa Dagangan, wilayah sekitar kawasan hutan. Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kewirausahaan masyarakat dengan mengoptimalkan potensi lokal agar mampu menciptakan usaha yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Ketua Margowitan Model Forest, John Novarly, menegaskan bahwa penguatan ekonomi masyarakat desa hutan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pelestarian lingkungan.
“Ketika masyarakat di sekitar hutan memiliki usaha yang kuat dan mandiri, maka upaya menjaga kelestarian hutan akan berjalan lebih berkelanjutan,” ujar John Novarly.
Pelatihan menghadirkan sejumlah praktisi dan narasumber berpengalaman, salah satunya Kusbeni Abdullah, S.Kom, Ketua Asosiasi UMKM Madiun, yang menyampaikan materi perencanaan usaha UMKM berbasis potensi lokal serta strategi peningkatan kualitas produk dan nilai jual.
Dalam pemaparannya, Kusbeni menekankan pentingnya keberanian pelaku UMKM desa hutan untuk mengembangkan produk unggulan daerah.
“UMKM desa hutan memiliki kekuatan besar pada potensi lokal. Yang perlu didorong adalah keberanian memulai, konsistensi kualitas produk, serta kemampuan membaca peluang pasar agar usaha bisa naik kelas,” kata Kusbeni Abdullah.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi pemasaran produk secara offline dan online yang disampaikan oleh Muhammad Ridwan, Owner Anjuma Sinergi Nusantara, guna memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM desa.
Koordinator Tim Margowitan Model Forest, Didik Purnomo, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari proses pendampingan yang berkelanjutan.
“Kami ingin pelatihan ini menjadi titik awal lahirnya wirausaha desa hutan yang mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Didik Purnomo.
Melalui kegiatan ini, Margowitan Model Forest kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga nirlaba yang fokus pada pelestarian hutan berbasis masyarakat sekaligus penguatan ekonomi lokal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar